Samarinda, Busam.ID – Warga di Jalan Tanjung Aru (Kampung Ketupat) Gang Samsul RT 21 dan RT 14 Kelurahan Masjid Kecamatan Samarinda Seberang, dibuat panik dengan kemunculan asap disertai api yang langsung membesar, Kamis (16/11/2023) sekira pukul 17.00 Wita.
Warga sekitar kemudian menyelamatkan harta benda yang berharga agar tidak ikut terbakar. Api semakin membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya. Api cepat membesar lantaran bangunan di TKP rata-rata berbahan kayu.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda bersama PMK swasta dan relawan Kota Samarinda dikerahkan ke lokasi kebakaran untuk membantu proses pemadaman.
Bariyah (58) salah seorang warga sekitar mengaku pertama kali melihat kobaran api dari seberang rumahnya.
“Saya itu keluar dari rumah dan melihat asap hitam disertai api. Kemudian saya berteriak-teriak kebakaran..kebakaran … sambil lari kesana kemari,” terang Bariyah kepada Busam.ID.

Tidak berselang lama, warga berdatangan berusaha membantu proses pemadaman kebakaran dengan alat seadanya serta membantu evakuasi barang-barang milik warga terdampak.
“Sebagian memadamkan dengan ember dan baskom, sementara yang lain membantu mengeluarkan barang-barang milik warga yang belum terbakar,” jelasnya.
Petugas yang tiba di lokasi kebakaran harus bekerja lebih ekstra lantaran lokasi kebakaran tidak bisa dilewati kendaraan fire truk.
“Jalan cukup sempit sehingga mobil pemadam tidak bisa mendekati lokasi kebakaran dan harus mengulur selang cukup panjang sementara air melimpah. Beruntung belasan pompa portabel tiba di lokasi untuk membantu pemadaman,” terang Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Disdamkar Kota Samarinda, Teguh Setyawardhana.
Api berhasil dipadamkan satu jam kemudian setelah tim mengerahkan 8 unit fire truk dan 18 unit pompa portable milik relawan.
“Ada 7 rumah yang hangus terbakar dan 3 bangunan terdampak,” sebut Teguh.
Proses pemadaman tidak berlangsung mudah. Petugas harus terkendala dengan akses jalan yang sempit dan kerumunan warga yang datang hanya sekedar untuk menonton serta aksi kurang terpuji dari beberapa warga yang melakukan perampasan selang milik petugas pemadaman.
“Untuk penyebab api masih dalam penyelidikan petugas kepolisian, dugaan awal akibat korsleting listrik,” terangnya.
Berdasarkan data awal 9 KK dengan 36 jiwa kehilangan tempat tinggalnya. (Zul)
Editor : A Risa








