Samarinda, Busam.ID – Kebakaran lahan di Batu Besaung tepatnya di Gg Oreo RT.37, diduga dipicu barubara.
Dugaan itu berdasarkan keterangan warga setempat yang menyebut, mendadak pada Kamis (5/10/23) muncul api dari lahan kering di sekitar pemukiman mereka.
Diduga api berasal dari batubara yang terpapar terik matahari.
Ketua RT 37 bersama warga sekitar Jalan Batu Besaung Gang Oreo Kelurahan Sempaja Utara Kecamatan Samarinda Utara Kamis (5/10/2023) siang, berupaya memadamkan kobaran api yang membakar dengan alat seadanya seperti ranting pohon, kayu dan lainnya.

Upaya pemadaman tersebut dilakukan warga karena kobaran api mendekati pemukiman mereka, ditambah kondisi angin berhembus cukup kencang membuat api dengan cepat membesar dan melebar.
Menurut keterangan Ketua RT 37, Sutrisno, api terlihat sekitar pukul 12.00 Wita. Api berasal dari batubara yang terbakar oleh terik matahari. Meskipun batubara berada di dalam tanah, kondisi tanah kering dan terik matahari menyebabkan intensitas panas yang tinggi sehingga membakar batubara di dalamnya.
“Batubara itu terkena panas matahari sehingga muncul api yang membakar rerumputan sampai menyebar luas,” terang Sutrisno kepada Busam.ID.
Sutrisno menyebut, lokasi yang terbakar merupakan lahan kaplingan seluas 2 hektar. Kebakaran lahan yang dekat pemukiman itu sempat membuat warga sekitar panik.
Bhabinkamtibmas Sempaja Utara, Bripka Lamsihar Sinaga mengatakan, setelah menerima informasi dari Ketua RT 37, dirinya bersama para Babinsa meluncur ke lokasi kebakaran.
“Ketika sampai di sini, kondisi api sudah membesar dan kami melakukan bantuan pemadaman dengan alat seadanya sambil menunggu petugas Damkar tiba di lokasi,” terang Sinaga.
Sinaga menyebut, kebakaran lahan di Kelurahan Sempaja Utara baru pertama kali ini terjadi. Karena itu ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan jika ingin berkebun.
“Kami berharap kejadian kebakaran lahan demikian tidak terulang kembali,” terangnya.
Setelah kedatangan petugas Damkar dan Relawan, tim gabungan termasuk BPBD Kota Samarinda dibantu TNI-Polri akhirnya berhasil menguasai kobaran api.
“Diperkirakan luasan yang terbakar sekitar satu hektare,” tutupnya. (Zul)
Editor : A Risa








