Samarinda, Busam.ID – Kelangkaan minyak goreng di pasaran beberapa hari terakhir, disikapi Pemkot Samarinda dengan rencana menggelar pasar murah di semua kelurahan Kota Tepian. Rencananya, Pemkot akan menggelontorkan migor curah sebanyak 200 liter untuk mengatasi kelangkaan salah satu bahan pokok masyarakat itu.
Menipisnya stok minyak goreng di pasar tradisional beberapa hari terakhir, menyebabkan warga kesulitan mendapatkan bahan pembuat makanan menjadi krispi itu. Jika pun ada migor dijual di pasaran, harganya melangit sampai lebih di atas seratus persen dari harga pasaran migor Rp14 ribu per liter.
“Kami jual migor setengah liter Rp19 ribu. Soalnya sudah ngga dapat lagi supply dari sales,” ucap seorang pedagang wanita di Pasar Sei Dama.
Di lapak lainnya masih di Pasar Sei Dama, pedagang menjual migor merek berbeda dengan harga Rp14 ribu per setengah liter.
“Kami jual sesuai harga dari sales. Kalau kami jual harga Rp14 ribu, berarti dapat dari sales berkisar 11-12 ribuan (rupiah). Kalau yang curah infonya masuk malam ini. Tolong untuk distributor, kalau bagi barang kasi rata. Biar sedikit kasi rata ke semua pedagang, jadi ada yang kami jual. Ini barang sudah langka, baginya pilih-pilih,” keluh pedagang tersebut.
Dengan fakta di lapangan harga migor melangit, warga akhirnya memburu migor subsidi yang disalurkan pemerintah melalui ritel-ritel nasional. Kondisi itu tak ayal menyebabkan antrian panjang di outlet atau gerai ritel yang memasarkan migor subsidi.
Mengatasi kondisi demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda segera gercap alias gerak cepat mencari solusi. Salah satu cara yang ditempuh Pemkot Samarinda adalah dengan mendatangkan minyak goreng curah dari luar daerah.
Kepala Dinas Perindustrian Kota Samarinda Marnabas Patiroy saat ditemui media ini, membenarkan pihaknya tengah mendatangkan 222.222 ribu liter minyak goreng curah ke Samarinda.
Marnabas menyebut, minyak goreng curah yang didatangkan Pemkot Samarinda itu akan didistribusikan di 59 kelurahan untuk mengatasi kelangkaan salah satu bahan kebutuhan pokok masyarakat itu.
“Hasil rapat hari ini bahwa besok kita lakukan penyediaan fasilitas dulu dan perlengkapan lainnya,” terang Marnabas.
Terkait mekanisme penyaluran, Marnabas Patiroy menambahkan jika setiap kelurahan disediakan setidaknya 2 tandon untuk menyimpan minyak goreng yang selanjutnya akan didistribusikan.
“Setiap kelurahan kita siapkan 2 tandon. Nanti dari kelurahan yang akan mengumumkan ke masyarakat dibantu dengan Ketua RT. Jika besok sempat, kita langsung distribusikan. Tapi jika belum bisa berarti kita gerak di hari mulai Sabtu,”ujar Marnabas Patiroy di Balai Kota Samarinda pada Kamis (10/03/2022).
Mekanisme pendistribusian migor, Pemkot Samarinda akan melakukan secara bertahap, dimulai dari 10 kelurahan hingga selesai untuk menghindari kerumunan di masa PPKM.
Setiap warga akan mendapatkan 5 liter minyak goreng curah. Oleh sebab itu Marnabas meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir karena semua anggota masyarakat bakal mendapatkan minyak goreng curah tersebut.
“Intinya masyarakat jangan khawatir karena saya pastikan semua bisa dapat. Kalau habis, kita akan beli lagi,” tegasnya.
Tidak hanya itu, Marnabas menuturkan telah bekerjasama dengan Perusahaan Daerah Pergudangan dan Aneka Logistik (PDPAU) untuk mendata para pedagang pasar yang ingin mendapatkan minya goreng curah ini.
“Untuk di pasar sudah kita kumpulkan siapa-siapa yang mau membeli minyak curah dan bersedia jual minyak curah ke masyarakat,” lanjutnya.
Perihal penggunaan anggaran, Marnabas mengungkapkan bahwa Wali Kota Samarinda telah mencarikan pendanaan di luar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota.
“Pak Wali siap carikan anggarannya di luar dari APBD. Jadi masyarakat jangan ada panik buyying,” tutupnya. (KN/RY/ADV/DiskominfoKaltim)








