Samarinda, Busam.ID – Tiga orang terkapar di atas trotoar Jalan Kebun Agung RT 6, Poros Samarinda Bontang, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara pada Minggu (29/1/2023) malam. Ketiganya terkapar setelah mengalami laka lantas motor vs motor.
Penyebabnya dipicu salah seorang korban berusaha menghindarkan motor yang dikendarainya dari tercelobok lubang di tengah jalan. Pada saat bersamaan, motor dari arah belakang melaju tepat di jalur sebelah lubang. Tak bisa menghindar, terjadilah tabrakan.
Ketiga korban adalah pengendara motor Genio KT 5890 BAB dan motor Supra X KT 3487 IZ.
Sontak kejadian tersebut membuat warga dan pengendara lainnya kaget dan panik lalu segera memberikan pertolongan pada ketiga korban.
Menurut keterangan saksi mata bernama Riki, dirinya dari arah berlawanan melihat kendaraan Scoopy dari arah Bontang menuju Samarinda melaju cukup kencang.
“Anak muda pengendara motor Genio berboncengan laju dari arah Bontang, sementara bapak-bapak yang menggunakan motor Supra X hanya sendiri dan berusaha menghindari lubang di jalan tersebut. Lubangnya besar, tapi motor Genio mengambil jalur di sebelah kanan jalurnya,” ucap Riki.

Akibatnya kedua pengendara terjadi tabrakan dan menyebabkan ketiganya mengalami luka sehingga harus dilarikan ke RSUD Abdul Wahab Syahrani menggunakan ambulan milik relawan.
“Untuk korban yang pertama dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka robek di kepala. Korban itu adalah bapak-bapak pengendara motor Supra X. Sedangkan pengendara motor Genio satu di antaranya mengalami sakit di bagian dada sedangkan satunya lagi kemungkinan ada yang patah,” terang Safri warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli melalui Kasat Lantas Kompol Creato Sonitehe Gulo saat dikonfirmasi Senin (30/12023) sore mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut.
“Masih proses lidik, anggota masih olah TKP dan masih cek-cek kondisi korban yang masih dalam perawatan di rumah sakit,” terang Gulo sapaan akrabnya.
Sementara itu, Busam.ID kemudian mendatangi kediaman Ketua RT 06, Ramli Zetni. Saat dikonfirmasi, Ramli mengatakan di lokasi tersebut kerap terjadi kecelakaan sehingga diperlukan antisipasi cepat dari pemerintah untuk meminimalisir jatuhnya korban di kemudian hari.
“Di lokasi tersebut sering terjadi kecelakaan, karena kondisi jalan rusak dan lubangnya cukup dalam. Apabila malam hari kondisi tersebut diperparah dengan kurangnya penerangan jalan,” ucap Ramli. (dic)
Editor : Redaksi Busam,ID












