Sopir Ayla yang Ikut Diseruduk Tronton Maut di Turunan Rapak
Samarinda, Busam.ID – Setelah berjuang sebulan lebih bertahan hidup dengan bantuan medis, M Yamin akhirnya berpulang menemui Sang Khaliq. Sopir mobil Ayla merah KT 1887 NT yang turut menjadi korban serudukan tronton maut di turunan Rapak Jumat (21/01/22) silam, mengalami cedera kepala parah akibat kondisi mobilnya yang terguling dan terbanting pasca serudukan tronton maut itu.
Keterangan berpulangnya M Yamin yang santer beredar di medsos, dibenarkan Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo saat dikonfirmasi media ini kemarin. Menurut Yusuf, korban meninggal pukul Rabu (23/02/22) dini hari sekitar pukul 02.30 Wita di ruang ICU RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Kemudian dasar wasiat korban sendiri yang menghendaki agar dirinya dimakamkan di kampung halamannya Bima NTB, kemarin sore jenazah korban diterbangkan menuju Bima NTB kampung halamannya.
“Korban meninggal dinihari tadi sekitar pukul 02.00 Wita, kemudian atas permintaan keluarganya agar korban dimakamkan di kampung halamannya di Bima NTB, pukul 17.00 WIta tadi jenazah M Yamin diberangkatkan,” terang Yusuf Sutejo dikonfirmasi Rabu (23/02/22) malam.
M Yamin adalah ayah dari Azka bocah 4 tahun yang selamat dari peristiwa tabrakan maut di turunan Rapak Jumat (21/01/22) pagi silam. Saat itu Azka ikut orangtuanya, M Yamin dan Marwiah ke Balikpapan. Azka dan keluarganya tinggal di Perum Kalimanis di Sei Kapih Sambutan Blok B Samarinda. Karena kecelakaan tersebut, ayah Azka (alm M Yamin) mengalami luka paling parah di bagian kepalanya akibat tergencet ringsek mobil. Sementara istrinya Marwiah mengalami patah tulang kaki. Azka relatif tidak terdampak, hanya mengalami luka lecet ringan.
Dengan meninggalnya M Yamin, menambah daftar jumlah korban tewas laka lantas akibat serudukan tronton maut berplat KT 8345 AJ di turunan Rapak itu. Dari tadinya korban tewas di tempat sebanyak 4 orang, sejak kemarin menjadi 5 orang. Selain M Yamin, korban sopir meninggal akibat laka lantas paling memprihatinkan sepanjang sejarah di turunan Rapak itu, adalah Asep pekerja Kilang Pertamina. Seperti M Yamin, Asep mengalami cedera parah di kepala akibat mobil strada yang dikemudikannya terpental dan terguling-guling hingga membentur jalan. Asep meninggal tak lama sesampainya di rumahsakit.
Pihak rumahsakit pada pekan pertama perawatan M Yamin, sebenarnya sudah mengabarkan kondisi korban yang terus membaik dan telah melewati masa kritis. Ternyata takdir berkata lain. Kemarin korban yang 33 hari pasca operasi tetap dirawat di ICU, dinyatakan meninggal setelah kondisinya sempat mengalami penurunan.
Menurut salah satu keluarga korban Erwin Anwar, Sebelum meninggal korban ternyata sempat melakukan viedo call dengan istri dan anaknya. Korban sudah merasa akan meninggalkan dunia fana ini, sehingga dalam video call itu korban berwasiat agar dirinya dimakamkan di kampung halamannya di Bima NTB.
Penerbangan jenazah korban kemarin (23/02/22) sore menempuh rute transit Balikpapan-Makassar kemudian dilanjut Kamis (24/02/22) pagi tadi Makassar – NTB. (sbr ist/an)








