Berau, Busam.ID – Pembangunan Balai adat Kampung Merapun saat ini masih terbangun tiang-tiang penyangga dan persentase pembangunannya hanya mencapai 20 persen, belum ada tindak lanjut dari pembangunan Balai tersebut, Anggaran yang diperlukan disebut mencapai Rp 4 miliar.
Kepala Kampung (Kakam) Merapun Daring mengatakan, pembangunan Balai Adat ini dimulai sejak tahun 2018, namun hingga saat ini pembangunannya mangkrak, disebutkan terkendala dengan anggaran dan penyebaran Covid-19 lalu.
“Kami sudah mengeluarkan anggaran, akan tetapi ada pengurangan pada saat Covid kemarin. Kami minta komitmen Pemkab untuk menyelesaikannya,” ujar Daring, Selasa (25/7/2023).
Daring berharap proses percepatan pembangunan balai adat tersebut bisa segera dilakukan, baik menggunakan anggaran Anggaran Belanja Tambahan (ABT), Alokasi Dana Kampung (ADK) dan lain sebagainya.
“Ada 5 perusahan besar yang beroperasi di Kampung Merapun, kami sudah mengajukan proposal kepada pihak perusahaan dan sebagian besar perusahaan siap membantu,” jelasnya.
Sementara Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan, pihaknya akan mengawal untuk pembangunan Balai Adat tersebut.
“Akan kita pantau dengan pengajuan usulan di anggaran perubahan, kita kawal bersama,” ucapnya. (diva)
Editor: M Khaidir








