Berau, Busam.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berkolaborasi dalam menyiapkan sarana dan prasarana (Sapras) mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Berau.
Sapras itu sendiri bertujuan untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat termasuk wisatawan yang berkunjung ke Berau.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengapresiasi upaya mitigasi yg dilaksanakan BMKG selama ini dan akan terus mensupport kegiatan mitigasi di masa datang.
“Kami akan teru support,” ujar Sri saat menerima Kepala Stasiun Meteorologi Kalimarau Berau, Ade Heryadi dan Kepala Stasiun Geofisika Balikapapan Rasmid didampingi Sekretaris Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Jumat,(29/9/2023).
Kepala Stasiun Geofisika Balikapapan Rasmid menyampaikan, potensi gempa di Berau bisa berasal dari 3 sesar yang berada atau dekat dengan wilayah Berau. Diantaranya, Sesar Sangkulirang, Sesar Mangkalihat dan Sesar Tarakan.
Selain sesar tadi potensi gempa bisa berasal dari subduksi di laut Sulawesi bagian Utara yang berdekatan dengan wilayah Kecamatan Maratua dan Kecamatan Pulau Derawan.
“Selain sesar tadi potensi gempa bisa berasal dari subduksi di laut Sulawesi bagian Utara yang berdekatan dengan wilayah Kecamatan Maratua dan kecamatan Pulau Derawan,” ungkapnya.
Karena itu ditambahkannya, langkah mitigasi terkait potensi gempa bumi dan tsunami perlu dilakukan baik secara struktural maupun non struktural.
“Selain alat deteksi gempa, BMKG juga akan segera memasang tide gauge alat untuk mengukur perubahan naik turun permukaan air laut dan untuk deteksi tsunami di pelabuhan tanjung batu,” ujarnya.
Bupati Berau Sri mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga fasilitas kebencanaan BMKG yang sudah terpasang di tempat-tempat tersebut serta meyakini informasi cuaca, iklim, gempa bumi dan tsunami yang diterima hanya melalui sumber yang telah terverifikasi oleh BMKG. (Diva)
Editor: M Khaidir








