Revitalisasi Pasar Pagi: Lanjut Atau Tidak Sama Sekali

BusamID
Andi Harun. Ft by Ryan/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Walikota Samarinda, Andi Harun, mengajak masyarakat terutama pedagang, untuk mendukung proyek revitalisasi Pasar Pagi Samarinda.

Namun jika ke depannya tidak menemui titik terang kesepakatan dengan para pedagang, maka Andi menyebut progres proyek hanya ada dua pilihan, lanjut atau tidak dibangun sama sekali.

Pernyataan tegas ini disampaikan Andi Harun pada Senin (11/9/23) kepada Busam.ID. Andi menyebut, revitalisasi Pasar Pagi urgent segera dilakukan, mengingat usia bangunan yang berdiri sejak 1960-an itu, sudah waktunya dibangun ulang.

Faktor keselamatan menjadi prioritas utama dalam spirit revitalisasi Pasar Pagi ini. Selain menjadikan kembali Pasar Pagi sebagai ikon Kota Tepian yang membanggakan seperti dahulu.

Andi Harun menjelaskan bahwa ia telah mendengar aspirasi dari para pedagang yang menginginkan proyek revitalisasi dilaksanakan setelah Idul Fitri tahun 2024.

“Hal tersebut tidaklah mungkin dilakukan karena proses anggaran di Pemerintah Kota Samarinda berjalan mulai dari 1 Januari hingga akhir tahun,” ucap Andi.

Dalam menghadapi permintaan para pedagang, yang menginginkan proyek selesai dalam waktu 1 tahun, pihaknya berharap agar revitalisasi pasar dapat diselesaikan dalam rentang waktu 1 tahun paling lama 2 tahun.

“Perlu digarisbawahi bahwa jika proyek dimulai setelah lebaran Idul Fitri, maka prosesnya akan semakin panjang dan masalah terkait anggarannya akan cukup kompleks sesuai rentang waktu penggunaan APBD,” jelasnya.

Andi juga menjelaskan bahwa proyek revitalisasi ini bukan hanya untuk kepentingan pedagang, tetapi juga untuk kepentingan kota.

“Pasar Pagi itu akan menjadi bagian dari kesatuan proyek yang melibatkan Teras Mahakam dan Citra Niaga. Dengan demikian, kawasan ini akan menjadi wajah baru bagi Samarinda. Kita Ibu Kota Provinsi, masa kondisi pasarnya begitu?,” ucap Andi Harun.

“Jadi, jika memang nantinya tidak ada titik temu dalam diskusi dengan para pedagang, ada dua pilihan yang dapat diambil, yakni melanjutkan proyek revitalisasi atau menghentikannya sama sekali,” tegasnya.

Terkait permintaan penggunaan lahan eks Bandara Temindung, hingga saat ini Walikota belum melakukan pertemuan bersama Gubernur Kaltim.

“Masih belum, Pak Gubernur masih dinas luar. Mudahan setelah bertemu nanti hasilnya positif dan bisa diterima semua pedagang,” harap Andi.

Relokasi pedagang sementara revitalisasi dikerjakan, ke lahan eks Temindung, menjadi salah satu opsi yang masih terbuka dalam upaya mencari solusi terbaik dari upaya membangun kembali Pasar Pagi, dengan desain kekinian dan multi sarana sehingga menjadi sentra usaha perdagangan dan bisnis yang nyaman dan ramah juga sehat (green) bagi pengunjung. (Ryan)

Editor : A Risa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *