Tahun Depan 2800 Pedagang Pasar Pagi Direlokasi

BusamID
Suasana di Pasar Pagi. Ft by Dok. Ryan/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Rencana revitalisasi Pasar Pagi seiring berlangsungnya Proyek Teras Mahakam, mulai mengerucut.

Setidaknya Pemkot Samarinda sudah menarget waktu pelaksanaan proyek pugar pasar tertua di Samarinda itu.

Tahun depan atau 2024, Pemkot memulai pembangunan kembali pasar yang sudah berdiri sejak 1946 itu.

Saat ini Pemkot tengah merancang relokasi 2800 pedagang, sementara Pasar Pagi dipugar dengan konsep kekinian.

Pasar Pagi akan dipugar sebagai pusat perdagangan moderen terlengkap di Samarinda yang diengkapi spot hiburan ramah lingkungan serta food court di lantai paling atas ber-view Sungai Mahakam.

Dari pasar tradisional yang hanya berupa lapak nipah, Pasar Pagi mulai disentuh pemugaran moderen pada masanya, di tahun 1970-an.

Kurun waktu 50-an tahun saat ini, dari kaca mata aspek teknis sipil maupun arsitektur, bangunan Pasar Pagi sudah lama tidak layak. Kondisi kumuh dan lapuk, membuat was-was warga yang beraktivitas di pasar tersebut.

Kini Pemkot Samarinda melalui Dinas Perdagangan, mengumumkan rencananya untuk merekonstruksi Pasar Pagi pada tahun 2024.

Rencana ini berfokus pada transformasi pasar menjadi pusat perbelanjaan moderen yang lebih sesuai dengan tuntutan zaman dan memenuhi standar keamanan serta estetika yang lebih baik.

Kepala Disdag Samarinda, Marnabas, menjelaskan bahwa Pasar Pagi yang sudah tua ini perlu mendapatkan perhatian serius.

“Bangunan dengan usia teknis yang sangat tua dan kumuh, tidak hanya mengganggu tata kota, tetapi juga membahayakan keselamatan pengunjung. Oleh karena itu, pemerintah memutuskan untuk merekonstruksi pasar ini pada tahun 2024 mendatang,” terang Marnabas.

Proyek revitalisasi akan mengubah wajah Pasar Pagi secara drastis.

Rencananya, bangunan pasar akan memiliki 4 sampai 5 lantai dengan fasilitas moderen seperti lift pengangkut barang dan eskalator.

“Lantai paling atas akan diubah menjadi food court dengan konsep rooftop, memungkinkan pengunjung menikmati sajian kuliner sekaligus keindahan Sungai Mahakam,” paparnya.

Zonasi berdasarkan jenis dagangan akan diterapkan di setiap lantai, untuk memudahkan pengunjung mencari barang yang mereka butuhkan.

Namun, proyek ini tidak berjalan tanpa kontroversi. Beberapa pedagang yang telah lama berdagang di Pasar Pagi menyuarakan kekhawatiran mereka terkait biaya revitalisasi yang mencapai Rp 280 miliar.

Pedagang khawatir biaya sebesar itu akan ikut dibebankan pada mereka.

Berkaitan relokasi pedagang sementara proyek revitalisasi dijalankan, Marnabas menyebut jika Pemkot akan memindahkan sementara 2800 pedagang Pasar Pagi ke berbagai pasar tradisional yang ada di Samarinda.

“Nantinya para pedagang akan dipindahkan sementara ke pasar-pasar lain di Samarinda selama masa revitalisasi, tanpa dikenakan biaya sewa. Pasar Segiri, Mall Mesra Indah, Pasar Merdeka, Pasar Kedondong dan Pasar Sungai Dama akan menjadi lokasi yang akan menampung sekitar 2800 pedagang selama proses rekonstruksi,” jelasnya.

Sejalan dengan semangat modernisasi, Pemkot Samarinda juga akan membangun fasilitas parkir yang cukup untuk para pengunjung Pasar Pagi.

Kapasitas parkir ini diperkirakan mampu menampung ribuan motor dan ratusan mobil. Pasar Pagi yang akan direkonstruksi juga menyesuaikan kondisi era digital. Sistem pembayaran non-tunai akan diterapkan, sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebiasaan masyarakat yang semakin cenderung menggunakan transaksi elektronik.

“Dengan menyatukan upaya pemerintah dan partisipasi masyarakat, diharapkan Pasar Pagi akan bangkit kembali sebagai pusat perdagangan yang moderen, aman dan nyaman bagi semua pihak,” tutup Marnabas. (Ryan)

Editor : A Risa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *