Samarinda, Busam.ID – Tiba di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, dua anggota Paskibraka asal Kaltim disambut bak selebriti. Permintaan foto dari sejumlah penumpang lainnya, petugas bandara bahkan masyarakat yang kebetulan berada di Bandara tersebut silih berganti untuk mereka berdua.
Mereka adalah Muhammad Remyza Baihaqi, pelajar SMAN 2 Samarinda dan Fulgentia Marianne, pelajar SMA Vidatra Bontang.
Keduanya memang baru kembali dari Jakarta usai menuntaskan tugasnya sebagai anggota Paskibraka di upacara detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka.
Kedatangan keduanya diterima langsung oleh Rasman, Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltiom, Plt Sub koordinator Kepemimpinan, Kemitraan dan Kepeloporan Pemuda Rusmulyadi, Analis Kebijakan Ahli Muda Kepemudaan Dispora Kota Bontang, Dani serta sejumlah staf lainnya, Senin (29/8/2022) lalu.
“Alhamdulillah, pengibaran bendera tahun ini semua lancar, untuk di pusat kita bersyukur wakil Kaltim dapat kepercayaan. Fulgentia berada di Pasukan 8 pada saat penurunan, sementara Remyza bertugas di pasukan 17 di pengibaran dan penurunan, ini artinya yang kita pilih benar-benar berkualitas, bukan berdasarkan like and dislike.” ujar Rasman.
Tahun ini, lanjutnya, Dispora bersama tim seleksi berkomitmen tinggi untuk memilih sendiri wakil-wakil Paskibraka Kabupaten dan Kota dengan metode yang Dispora Kaltim siapkan di tiap-tiap Kabupaten dan Kota dengan total pelajar yang mengikuti seleksi sebanyak 1.174 orang.
“Dispora Kaltim melakukan seleksi secara profesional dan memastikan tidak ada intervensi dari pihak manapun, hasilnya kita lihat sendiri, di pusat wakil kita dapat kepercayaan, sementara di pelaksanaan provinsi berlangsung dengan sukses dan mendapat apresiasi luar biasa dari Pak Gubernur.” tambah Rasman.
Dirinya pun berpesan kepada Fulgentia dan Remyza untuk terus berkomitmen menjaga diri dan tentu Dispora berharap agar keduanya dapat masuk ke Akmil, Akpol atau APDN.
“Kalian sudah memiliki bekal, saya harap kalian menjaga bekal yang kalian miliki, tentu kalau bisa kalian masuk ke Akmil atau Akpol ataupun APDN untuk terus mengabdi pada negeri. Jangan sampai kalian terpengaruh dengan pergaulan yang negatif yang dapat menghambat dan merusak kualitas diri kalian.” tegasnya.
Sementara itu ketika ditanya hal yang paling berkesan selama mengikuti pusdiklat di nasional, keduanya kompak menjawab.
“Berat badan nambah. Kita di sana disuguhin makan dan snack terus, di awal pelatihan wajib habis dan jumlahnya banyak, namun seiring jadwal latihan yang padat, konsumsi makan semakin menyesuaikan. Saya nambah 6 Kg Kak, kalau Remyza 4 Kg.” ujar Fulgentia yang disambut gelak tawa seluruh yang hadir.
Keduanya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan Pemprov kaltim, yang tentu menjadi pengalaman hidup yang luar biasa dan menjadi bekal untuk mengarungi kehidupan kedepannya.
Usai beramah tamah, keduanya pun harus berpisah, Remyza tetap di Samarinda sementara Fulgentia melanjutkan 3 jam perjalanan menuju Kota Bontang. (Dit/ADV/DisporaKaltim)
Editor: Redaksi BusamID












