Samarinda, Busamtv.co.id – Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan telah menjungkirbalikkan para pelaku ekonomi, tak terkecuali usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Lebih dari 50 persen pelaku UMKM di Samarinda terdampak PPKM Mikro. Operasional UMKM yang sangat dipengaruhi kondisi pasar yang hingga saat ini sangat tidak menentu membuat pelaku UMKM sebagian besar merugi. Namun banyak juga yang masih mampu menjaga eksistensinya di tengah badai pandemi ini.
Ketua UMKM sekaligus Ketua Koperasi Samarinda, Marta Surya Kesuma kepada Busamtv.co.id mengaku memaksimalkan akses teknologi menjadi strategi bertahan bagi pelaku UMKM saat ini.
“Selain menciptakan produk kebutuhan yang diperlukan di tengah pandemi, memanfaatkan gadget platform online dalam media pemesanan dan e-commerce melalui metode pambayaran. Itu yang kami tempuh untuk menawarkan pelayanan take away,” terang Marta kepada Busamtv.co.id, Rabu (21/7/2021).

Menurutnya, dengan menghadirkan paket ekonomis dan selalu memperhatikan penggunaan bahan baku, pengecekan produk dalam proses produksi agar tetap steril sebelum dikirim ke konsumen juga menjadi prinsip usahanya.
Lebih jauh Marta menjelaskan, jumlah UMKM di samarinda kurang lebih 162 keluarga UMKM. Sementara yang terkena dampak PPKM Mikro lebih dari 50 persen. Jika dalam kondisi normal, pelaku UMKM bisa meraup Rp10 juta lebih setiap bulannya, kini sejak pandemi hanya mendapatkan di bawah Rp 5 juta per bulan.
“Merosotnya pendapatan itu sudah terjadi sejak memasuki pertengahan tahun 2020. Untuk bantuan pemerintah tidak ada, karena kami beserta anggota merasakan itu lebih dari cukup dan kami tidak kekurangan. Walau ada pemberlakuan PPKM Mikro usaha kami masih tergolong stabil, dampaknya sama ketika pertengahan tahun 2020. Jadi kami bersyukur yang penting tidak terlilit hutang saja sudah cukup,” terangnya lagi.
Marta pun menyatakan, seandainya ia dan anggotanya menerima bantuan akan diterima selama tidak disuruh berhutang. “Karena koperasi kami tidak membutuhkan hutang atau pinjaman. Sejauh ini kami tidak meminta dan memohon,” lanjutnya. (*)(Don/Tw)








