5 Anak Terseret Arus Sungai Mahakam, 4 Selamat, 1 Masih Dicari

Busam ID
Tim SAR Gabungan saat berada di lokasi awal korban bermain di bibir Sungai Mahakam kawasan Jalan KH Mas Mansur, sebelum dilaporkan tenggelam Sabtu (19/9/2026). Foto by Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID — Aktivitas bermain di tepian Sungai Mahakam berubah menjadi kepanikan, Sabtu (19/9/2026) sore. 5 anak terseret arus setelah gelombang dari kapal yang melintas menghantam kawasan tepian sungai di Jalan Mas Mansur, RT 61, Samarinda.

1 dari 5 anak tersebut, berusia 11 tahun, hingga Sabtu malam masih belum ditemukan.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 Wita. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kelima anak awalnya bermain pasir di tepian Sungai Mahakam dan disebut tidak berniat untuk mandi.

Namun, saat sebuah kapal melintas, arus dan hempasan gelombang membuat kelimanya masuk ke dalam air. 4 anak berhasil diselamatkan dengan bantuan warga.

Sementara Firman terseret lebih jauh ke arah tengah sungai dan kemudian tidak terlihat lagi.

Sukri, seorang pekerja di sekitar lokasi, mengaku langsung berlari setelah mendengar teriakan meminta pertolongan.

 

2 personel Pos SAR Samarinda diterjunkan untuk melakukan penyelaman. Foto by Zulkarnain

Ia sempat menjangkau salah satu anak dan membawanya ke tepian. Namun, 1 anak lainnya sudah berada lebih jauh ke tengah sungai.

“Saya lari tinggalkan pekerjaan. 1 sempat saya tangkap tangannya dan saya bawa berenang keluar. Yang satunya sudah jauh ke tengah,” ujar Sukri.

Menurut Sukri, anak-anak memang kerap bermain di kawasan tersebut. Ia juga menyebut kejadian berlangsung sekitar pukul 16.00 Wita atau setelah waktu Ashar.

Sementara itu, Pamapta 2 Polresta Samarinda, Ipda Fardhan W, mengatakan pihaknya menerima laporan warga mengenai kecelakaan di perairan Sungai Mahakam.

Fardhan menyebut kondisi arus menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai. Sebab, meski permukaan sungai terlihat tenang, arus di bagian bawah dapat lebih deras.

“Anak umur 11 tahun berdasarkan informasi warga seharusnya bisa berenang. Namun kondisi arus tidak bisa dipastikan. Di atas terlihat tenang, tetapi di bawah arusnya deras,” jelasnya.

Pencarian Firman kemudian melibatkan tim SAR gabungan, termasuk Basarnas, Polairud Polresta Samarinda, Polda Kaltim, dan unsur lainnya.

Koordinator Pos SAR Samarinda, Aries, mengatakan pencarian awal dilakukan menggunakan alat pendeteksi bawah air. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

“Kita gunakan V-Sesrch (alat pancing) ke dasar sungai namun tidak membuahkan hasil, kemudian menerjunkan 2 personel untuk melakukan penyelaman,” terangnya.

Penyisiran Sabtu malam dilakukan hingga radius sekitar 250 meter dari lokasi kejadian menuju arah hilir Sungai Mahakam.

Namun, hingga pencarian dihentikan sementara malam hari, korban belum ditemukan.

Menurutnya, arus sungai menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian.

Pencarian terhadap korban akan kembali dilanjutkan Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 07.00 Wita. (Zul).
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *