Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas untuk Jembatan Mahulu

BusamID
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas untuk Jembatan Mahulu. Foto : Mustafa Muli

Samarinda, Busam.ID – Prihatin terhadap kondisi jalan penghubung ke Jembatan Mahulu, sejumlah mahasiswa mendukung warga sekitar melakukan aksi solidaritas untuk Jembatan Mahulu.

Aksi yang digelar melibatkan unsur masyarakat, mahasiswa dan pemuda yang berada di Samarinda Seberang. Dimulai dengan pembakaran lilin sebagai simbol gelapnya jembatan, dan beberapa orasi dari para pemuda yang hadir.

Suara aksi meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda) baik Pemprov maupun Pemkot untuk segera melengkapi fasilitas di Jembatan Mahulu.

“Malam ini kami berkumpul disini sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi jembatan saat ini. Kami meminta kepada Pemprov maupun Pemkot Samarinda agar segera melakukan perbaikan semua akses jalan penghubung ke jembatan,” lantang seroang pemuda di tengah orasi aksi.

Aksi solidaritas yang dilakukan warga, mahasiswa dan pemuda di sekitar areal jembatan pada Jumat (10/12/21) malam, dipicu kondisi jalan penghubung yang lama tak tersentuh tangan pemerintah. Jalan penghubung ke jembatan itu dibiarkan rusak berlubang hingga sering memicu kecelakaan truk dan kendaraan lainnya.

Kondisi jalan berlubang serta minimnya lampu penerangan, menjadikan jalur tersebut sangat rawan kecelakaan. Belum lagi tindakan kriminal di lokasi tersebut yang sering terjadi, lantaran keadaan gelap dan jalan rusak membuat kendaraan berjalan pelan dan hati-hati agar tidak terguling. Kondisi demikian dimanfaatkan warga dengan niat jahat memalak sopir atau pemilik mobil yang melintas.

Ketua RT 03 Loa Buah Jamaluddin Malik pada media ini mengatakan, jika Jembatan Mahulu merupakan akses perekonomian terbesar di Samarinda. Karena jalur truk dan kendaraan bermuatan hanya boleh melintas Samarinda melalui Jembatan Mahulu atau Jembatan Mahkota II di Palaran. Namun akses ke pusat Kota Samarinda lebih dekat ditempuh dari Jembatan Mahulu, alhasil jembatan ini terbilang ramai dilintasi kendaraan.

Jamaludin Malik – Ketua RT 03 Loa Buah. Foto : Mustafa Muli

“Jadi jembatan ini kan akses perekonomian di Samarinda yang cukup besar perannya. Sudah seharusnya pemerintah mengopeni jembatan ini demi mendukung kelancaran roda ekonomi Kota Tepian,” tekan Jamaluddin.

Disebutkan Jalan Teratai yang merupakan jalur penghubung ke jembatan juga mengalami kerusakan sangat memprihatinkan.

“Apa lagi itu di Jalan Teratai kan jalur untuk ke jembatan juga rusak parah. Makanya yang di dekat Gunung Hartati itu sering terjadi kecelakaan,” imbuh Jamaluddin.

Semua peserta aksi berharap Pemprov Kaltim segera turun tangan melakukan perbaikan poros jembatan. Karena berdasarkan statusnya, Jembatan Mahulu saat ini berada di atas wewenang Pemprov.

Jembatan Mahulu awalnya dibangun untuk mendukung pelaksanaan PON KAltim 2008 silam. Dibangun pada tahun 2006, jembatan ini kemudian dikhususkan untuk jalur truk dan kendaraan bermuatan yang akan masuk atau melintas Samarinda. (mm/an)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *