Balikpapan, Busam.ID – Rencana pemerintah untuk menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Bersubsidi diduga menjadi salah satu penyebab kenaikan harga telur di daerah.
Di Kota Balikpapan, harga telur naik pada kisaran harga Rp 1800 hingga Rp 2000 per butir. Dari harga semula yang berkisar antara Rp 1500 hingga Rp 1700 per butir.
Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan Heria Prisni mengatakan, kenaikan harga telur dipengaruhi oleh biaya produksi dan biaya transportasi. Hal itu karena sebagian besar pasokan telur yang ada di Balikpapan dipasok dari luar daerah yakni Sulawesi dan Surabaya.
“Memang untuk saat ini harga sedang melonjak,” kata Heria, Jumat (2/9/2022).
Meski ada kenaikan harga, ia memastikan persediaan telur di kota Balikpapan masih cukup. Hanya saja untuk biaya produksi dan biaya transportasi yang tinggi. Maka otomatis mempengaruhi harga dari komoditas tersebut.
Ia menjelaskan untuk memenuhi kebutuhan telur, kota Balikpapan ini hanya mampu memasok sekitar 8,09 ton. Sehingga memang sisanya itu lebih banyak dipasok dari luar atau sekitar 92 persen. Balikpapan hanya mampu berkisar 8 persenmua saja.
Sedangkan kebutuhan untuk masyarakat Balikpapan itu dalam satu tahun itu berkisar 446.430 ton. Dengan perhitungan untuk konsumsi telur di masyarakat berkisar 7,57 kilogram per orang per tahunnya. (man)
Editor: Redaksi BusamID








