Puluhan Sekolah di Samarinda Masih Rawan Banjir

BusamID
Kepala Disdik Kota Samarinda, Asli Nuryadin. Ft Disdik Kota Samarinda

68 SD dan 24 SMP Perlu Bangunan Lebih Tinggi

Samarinda, Busam.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyeriusi kebutuhan sekolah dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) yang aman terkendali tanpa terpengaruh banjir.

Terutama dalam hal infrastruktur bangunan, yang memerlukan peninggian lebih dari tinggi genangan air pada saat banjir datang. Termasuk mengondisikan akses jalan menuju sekolah yang aman dari genangan banjir.

Kondisi sekolah rawan banjir juga longsor ini, menjadi perhatian wakil rakyat di Basuki Rahmat. Sebelumnya anggota Komisi IV Ahmat Sopian Noor, menilai sekolah harus dibebaskan dari dampak banjir agar KBM tidak terhambat.

Ahmat Sopian Noor. Ft by Antara
Sofyan Minta Disdikbud Serius Berikan Perhatian Kepada Sekolah Terdampak Banjir

Menurut Sopian, warga Tepian sudah terbiasa dengan genangan banjir setinggi mata kaki yang datang tiba-tiba. Sehingga aktivitas keseharian terutama sekolah sebisanya tidak terpengaruh oleh banjir.

Karena itu nilai Sopian, alternatif meninggikan infrastruktur bangunan sekolah menjadi cara paling cepat agar KBM berlangsung normal tanpa terhambat banjir.

Aspirasi itu ditanggapi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda yang ternyata giat berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk memperjuangkan kebutuhan fisik sekolah bebas banjir.

Apalagi sejalan visi misi walikota dalam menangani banjir, maka otomatis sekolah yang mengalami banjir juga turut menjadi prioritas.

Berdasar data yang Busam.ID himpun, masih terdapat 68 Sekolah Dasar (SD) dan 24 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang masih rawan banjir.

Jumlah itu belum ditambah 11 SD dan 4 SMP yang berpotensi rawan longsor bilamana hujan datang. Hal ini menjadi perhatian serius Disdikbud Samarinda.

Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin mengatakan bahwa beberapa langkah telah diupayakan sebagai bentuk perhatian kepada anak didik yang terhambat proses belajar mengajarnya akibat banjir.

“Dalam hal ini kami selalu berkoordinasi dengan pihak sekolah. Contohnya seperti SMPN 5, itu akses jalan ke sekolahnya melalui Jl. Antasari ataupun Jl. Juanda. Kita tahu Jl Antasari dan Jl Juanda termasuk daerah langganan banjir. Praktis murid tidak bisa berangkat ke sekolah. Karena itu pada saat banjir, sistem belajarnya menggunakan online,” ungkap Asli Nuryadin kepada Busam.ID Selasa, (10/1/2023) siang.

Tidak hanya masalah infrastruktur, Disdiknas juga kerap mengedukasi sekolah agar menanamkan kebiasaan buang sampah pada tempatnya sejak dini kepada para muridnya.

Hal ini demi kondisi terjaganya parit dan saluran air yang bebas sampah. Terlebih bila mengingat kebiasaan sebagian warga Tepian yang masih menjadikan sungai terutama Karang Mumus sebagai tempat buang sampah limbah rumah tangga mereka.

Sebab itu tekan Asli Nuryadin, mengatasi masalah banjir tidak bisa hanya menjadi urusan Pemerintah. Perlu kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk bersama mengurangi masalah banjir yang ada di Kota Samarinda.

“Inilah pentingnya kesadaran semua pihak, masyarakat juga harus sadar akan pentingnya etika buang sampah. Ga bisa kalau cuma pemerintah saja yang berjuang, harus sama-sama, serentak! Sehingga banjir di Samarinda ini bisa teratasi. Kasian kan kalau anak didik kita yang calon penerus bangsa ini nantinya terhambat proses belajar-mengajarnya karena banjir,” pungkasnya.

Berikut rincian beberapa sekolah di Samarinda yang masih terdampak ataupun mengalami banjir serta rawan longsor.

Data SMP di Samarinda yang Rawan Banjir dan Longsor. Design by Ryan/Busam.ID
Data SD di Samarinda yang Rawan Banjir dan Longsor. Design by Ryan/Busam.ID
Data SD di Samarinda yang Rawan Banjir dan Longsor. Design by Ryan/Busam.ID

**(Ryan)

Editor: Tim Redaksi Busam.ID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *