Samarinda, Busam.ID – Raut sedih seorang ibu muda berusaha menenangkan balitanya yang masih berusia 1,5 tahun, ketika terjebak dalam kabin pikep Gran Max KT 8445 NS milik orangtuanya.
Bocah itu ditinggalkan sejenak dalam kondisi pintu tidak terkunci.
Ketika orangtuanya kembali untuk melanjutkan perjalanan, mereka panik karena pintu sudah terkunci.
Agaknya si bocah merasa kepanasan berusaha keluar mobil, namun yang terjadi pintu malah terkunci.
Panik tidak bisa membuka mobil, juga khawatir terhadap keselamatan anak yang semakin kepanasan, orangtua korban berusaha menghubungi Disdamkar.
Petugas Damkar Posko 7 dan relawan meluncur ke lokasi langsung berusaha mengevakuasi.

Tidak sampai setengah jam, upaya membuka kaca mobil pikep tanpa merusaknya berhasil dilakukan petugas Damkar Posko 7 dan relawan menggunakan bantuan kawat.
Lokasi kejadian di Perumahan SKM Borneo Jl Damanhuri 2 pada Sabtu (22/4/2023).
Kondisi cuaca yang panas membuat suasana tambah panik, sebab sang bocah makin gelisah dan terus berkeringat.
Menurut keterangan orang tuanya, Dimas Saputra, kejadian bermula saat dirinya sekeluarga hendak berlebaran ke rumah orangtua mereka dii Samarinda seberang.
Dimas mengaku ketika hendak berangkat, dia ketinggalan dompet di rumahnya.
“Saya turun dari mobil sama istri, sedangkan anak masih tertinggal dalam mobil dalam kondisi pintu tidak terkunci,” terang Dimas.
Sekembalinya mengambil dompet, Dimas dan istrinya spontan panik lantaran pintu mobil dalam keadaan terkunci.
“Anak saya nangis terus, istri saya berusaha menenangkan, saya berusaha membantu namun gagal,” ungkapnya.
Busam.ID yang kebetulan berada di lokasi kejadian berupaya membantu dengan menghubungi relawan serta anggota Disdamkar Kota Samarinda untuk bantuan evakuasi.
Tidak berselang lama, relawan dari Mercy dan anggota Disdamkar tiba di lokasi dan segera upayakan membuka pintu mobil tersebut.
“Saat kami tiba kondisi anak semakin lemah dan terus menangis,” ucap Yadi anggota Disdamkar Kota Samarinda Pokso 7 kepada Busam.ID.
Dengan upaya agak keras, kaca mobil berhasil diturunkan paksa sehingga pintu kabin bisa dibuka.
“Beruntung masih ada celah di kaca buat jari kami masuk. Kemudian kami turunkan paksa kaca tersebut hingga akhirnya pintu berhasil dibuka,” tambah Yadi.
Usai dievakuasi, anak tersebut langsung diangkat oleh ibunya dan dibawa masuk ke rumahnya untuk ditenangkan. (Zul)
Editor : Risa Busam.ID








