Berau, Busam.ID – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) telah menerbitkan kamus berbahasa Berau.
Pembuatan kamus bahasa daerah dilakukan sebagai upaya melestarikan warisan budaya masyarakat setempat agar tidak punah ditelan zaman yang kini semakin terbuka masuknya pengaruh budaya dan bahasa asing.
Kepala Dispusip Berau Yudha Budi Santoso mengatakan, kamus ini dibuat oleh salah satu tokoh di Bumi Batiwakkal yang berkecimpung dalam dunia budaya.
Namun sayangnya beliau kini sudah meninggal dunia.
“Kita akan berikan penghargaan melalui ahli warisnya,” kata Yudha, Selasa (26/9/2023).
Yudha menjelaskan, sebelum menerbitkan kamus berbahasa Berau tersebut, pihaknya melakukan seminar dan validasi terlebih dahulu. Setelah dirasa sudah layak lalu di cetak dan diterbitkan.
“Kita sudah mencetak 100 kamus edisi pertama, dan diberikan kepada Forkopimda,” ujarnya.
Lanjutnya, untuk membantu bahasa Berau tetap lestari kamus ini juga akan diberikan kepada Perpustakaan yang ada di Kecamatan dan Kampung.
Diakuinya, pihaknya memiliki kewajiban untuk melestarikan sejarah budaya, naskah kuno dan Bahasa menjadi salah satu warisan budaya Berau yang harus dijaga, salah satu caranya melalui pembuatan kamus.
“Selama ini yang menuturkan bahasa Berau kebanyakan hanya orang tua saja dan bahasa pergaulan kita sudah hampir tidak menggunakan bahasa Berau lagi,” tuturnya.
Harapannya dengan adanya kamus tersebut, masyarakat Bumi Batiwakkal bisa bersama-sama melestarikan bahasa Berau. (diva)
Editor: M Khaidir








