Samarinda, Busam.ID – Sungai Mahakam yang permukaannya tenang, siapa sangka ternyata di dalamnya arus menggelegak kuat.
Tak ayal, setiap orang yang berenang sampai ke tengah sungai nyaris menjadi korban tenggelam dan terlarut.
Itu pula yang terjadi pada Risky bocah12 tahun, korban tenggelam dan terlarut setelah berenang agak ke tengah sungai, Jumat (24/3/23) kemarin sore.
Cuaca yang cukup terik di tengah aktivitas puasa umat muslim, membuat Risky ingin berendam menjelang waktu berbuka.
Dia bersama teman-temannya seperti kebiasaan mereka selama ini, berenang di sore yang cerah itu di perairan Mangkupalas Samarinda sekitar Tugu Amin.
Hilangnya korban tenggelam segera ditanggapi Unit Siaga SAR Samarinda.
Tim SAR dikerahkan ke lokasi kejadian untuk membantu proses pencarian korban.
Koordinator SAR Samarinda, Riqi Effendi mengatakan kejadian bermula saat korban bersama 6 rekannya bermain dan berenang di tepian Sungai Mahakam sekitar pukul 16.30 Wita.
“Keasyikan berenang hingga agak ke tengah sungai, korban terbawa arus Mahakam yang cukup deras,” terang Riqi.
Karena arus yang cukup deras membuat korban tidak bisa ke tepi sungai, diduga kelelahan korban tenggelam dan menghilang.
“Melihat korban tenggelam, rekannya kemudian meminta bantuan warga sekitar,” tambahnya.
Saat tiba di lokasi, warga sudah tidak melihat korban dan selanjutnya menghubungi Polsek terdekat yang diteruskan ke Basarnas.
“Kami sempat menggunakan alat pelacak sonar, Aqua Eye dan dilakukan 5 titik disekitar TKP namun hasilnya nihil,” jelasnya
Hingga saat ini korban belum ditemukan dan operasi SAR dilanjutkan hari ini.(Zul)
Editor : Risa Busam.ID








