Samarinda, Busam.ID – Desa Batuah yang terletak di Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, menjadi pusat perhatian dalam Sosialisasi Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N LAPOR!).
Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan pelaksanaan program Forest Carbon Partnership Facility-Carbon Fund (FCPF-CF), dengan melibatkan narasumber dari Diskominfo Kaltim dan Diskominfo Kabupaten Kukar.
Kepala Desa Batuah, Abdul Rasyid, mengungkapkan rasa bangganya karena desa yang dipimpinnya terpilih sebagai tempat untuk sosialisasi layanan pengaduan.
“Kami berharap warga Desa Batuah akan aktif menggunakan SP4N-LAPOR! dan bahwa penerapan keterbukaan informasi di wilayah kami akan berjalan sejalan dengan layanan ini. Saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan ini,” paparnya.
Abdul Rasyid juga menambahkan bahwa Desa Batuah telah berpartisipasi dalam lomba KIP (Keterbukaan Informasi Publik) dan saat ini menunggu verifikasi dari tim penyelenggara ke desa-desa.
Mereka bersemangat menerapkan KIP. Dimulai dari tingkat RT, untuk memastikan bahwa semua informasi di desa dapat diakses oleh masyarakat.
Sari Endah Handayani, Kasubag Umum Ketatalaksanaan dan Kepegawaian Kecamatan Loa Janan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggunakan layanan pengaduan sebelumnya dalam bentuk website, tetapi mereka berharap agar ke depannya juga tersedia aplikasi yang dihandle oleh Kominfo Kukar.
“Selain itu, kami berharap bahwa sosialisasi SP4N-LAPOR! dapat diperluas ke desa-desa lainnya, sehingga seluruh masyarakat dapat memahami cara melaporkan dengan baik dan berpartisipasi aktif dalam pelayanan publik,” jelas Sari.
Selama acara pembukaan, Pranata Humas Ahli Muda dari Diskominfo Kaltim, Andi Razaq, mengajak semua peserta untuk memanfaatkan momen ini untuk bertanya, memberikan aspirasi, serta berkolaborasi dalam membangun Desa Batuah.
Ia menekankan pentingnya menyampaikan pengaduan yang konstruktif dalam upaya memperbaiki pelayanan publik.
“Sosialisasi SP4N-LAPOR! di Desa Batuah menjadi langkah awal yang penting dalam memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pelayanan publik dan mendukung program FCPF-CF untuk keberlanjutan lingkungan,” ucapnya.
Semoga langkah ini akan memberikan manfaat yang besar bagi warga Desa Batuah dan masyarakat Kutai Kartanegara secara keseluruhan.
(ADV/CHT/RY/DISKOMINFOKALTIM)
Editor : A Risa












