Samarinda, Busam.ID – Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor berharap jajaran Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltim bisa mengembangkan program strategis di sektor Kehutanan.
Di mana sesuai hasil rapat pimpinan bersama kepala perangkat daerah lingkup Pemprov Kaltim.
Oleh karena itu, diakhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 ini telah dialokasikan untuk pengembangan serta pelaksanaan program kerja Dishut dengan anggaran Rp 42,3 miliar.
“Kehutanan kita masih bagus dan tetap menjadi perhatian bersama. Untuk itu, dana Rp42,3 miliar ini bisa dimanfaatkan dengan baik kedepannya,” ucapnya belum lama ini.
Lebih lanjut Isran mengungkapkan alokasi itu untuk pengadaan kendaraan dinas operasional lapangan dan pengadaan peralatan serta pengembangan dan pemeliharaan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Dalkarhutla), juga Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Dana Reboisasi (DBH SDARB).
Dikarenakan alokasi ini untuk di lapangan, dirinya meminta agar betul-betul dimanfaatkan dengan baik, sehingga operasional petugas di lapangan bekerja optimal.
“Ini penting dilakukan, karena mereka yang di lapangan juga manusia. Sama seperti yang ada di kantor-kantor. Dan Alhamdulillah selama kepemimpinan saya tidak ada kasus kebakaran hutan di Kaltim. Dan kondisi ini harus dipertahankan,” tambahnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, Kaltim merupakan satu-satunya provinsi penerima kompensasi dari Bank Dunia karena mampu menurunkan emisi karbon dengan nilai kurang lebih USD 110 juta.
“Tahap awal, Kaltim menerima pencairan dana kompensasi sekitar Rp69,15 miliar,” pungkasnya. (Adit/adv/diskominfokaltim)
Editor: M Khaidir












