Kadisdik Kaltim Imbau Orangtua Lebih Luangkan Waktu untuk Anak

BusamID
Screenshoot video anak sekolah yang bawa parang di sekolah. Ft by Dok. Busam.ID

Imbas Kasus Siswa Hendak Serang Guru Pakai Parang Panjang

Samarinda, Busam.ID – Beredarnya video yang viral di media sosial, memperlihatkan seorang siswa salah satu SMK Negeri tengah mencari gurunya di sekolah sembari menghunus sebilah parang panjang, menimbulkan keprihatinan banyak pihak.

Terutama Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim yang membawahi SLTA termasuk SMK.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kaltim Muhammad Kurniawan dikonfirmasi BusamID terkait aksi siswa yang membuat publik mengelus dada itu, menanggapi dari sisi pengayoman.

Diwawancarai via telepon, Kurniawan sangat menyayangkan peristiwa tersebut. Menurut Kurniawan, setelah pihaknya berkoordinasi dengan sekolah bersangkutan, diketahui siswa tersebut memang sering mendapat teguran dari pihak sekolah.

Muhammad Kurniawan. Ft by Dok. Disdikbud Kaltim

“Sebelumnya pernah ditegur namun hanya ditegur biasa saja, kedua juga buat masalah lagi, kemudian sudah membuat surat perjanjian diketahui oleh orangtua siswa tersebut. Dan yang kemarin itu adalah kejadian ketiga. Oleh karena itu pihak sekolah kemudian melakukan kunjungan ke rumah siswa untuk mediasi,” beber Kurniawan.

Lebih lanjut Kurniawan mengatakan, terlepas dari peristiwa yang terjadi dan viral, dia berharap para pelajar yang lain tidak mengikuti ataupun mencontoh perilaku tersebut.

“Tentu saja tidak baik, tugasnya pelajar adalah belajar dengan sungguh-sungguh, kalaupun memang ada masalah silahkan dikonsultasikan kepada guru yang ada di sekolah. Yang pasti kejadian kemarin itu sangat tidak baik untuk ditiru,” tegasnya.

Adanya peristiwa demikian tukas Kurniawan, merupakan sinyal bagi orangtua di rumah untuk lebih ekstra perhatian pada anak-anaknya. Disamping orangtua mesti menjaga sikap di depan anak, agar tidak dicontoh dan terpola pada buah hatinya.

“Para guru kan hanya orangtua kedua saja, orangtua pertama di rumah pastinya yang berperan penting. Kemudian faktor lingkungan juga dapat berpengaruh. Disini harus sama-sama memberikan edukasi kepada anak-anak kita, membedakan mana hal yang baik, mana yang tidak baik,” ucapnya.

Kemudian ia berharap adanya kejadian tersebut, masyarakat tidak melakukan pembulian kepada siswa bersangkutan di media sosial.

“Terlepas dari masalahnya, kita yang sudah dewasa harus merangkul anak-anak yang mungkin memiliki masalah dan tidak kita ketahui. Jangan dibully, kita rangkul agar kejadian seperti di video tersebut tidak terulang. Dan jangan menggeneralisasi seluruh anak SMK demikian. Banyak siswa-siswi kita di Kaltim khususnya kelas SMK juga meraih prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tukasnya.

Langkah mediasi juga ditempuh pihak kepolisian dalam menanggapi video viral tersebut.

Sebelumnya pihak Polsek Sungai Pinang Rabu (1/3/2023) siang mendatangi pihak sekolah.

Wakapolresta Samarinda, AKBP Eko Budiarto. Ft. Zulkarnain

Wakapolresta Samarinda, AKBP Eko Budiarto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa pengancaman siswa pada staf pendidik itu.

“Saat ini unit Reskrim Polsek Sungai Pinang masih mencari bahan-bahan keterangan terkait berita viral yang harus ditangani dengan cepat,” terang Eko Budiarto.

Kepolisian akan memanggil pihak sekolah serta Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim untuk berkoordinasi terkait penanganan siswa temperamen tersebut.

“Kami akan memanggil kepala sekolah dan guru bersangkutan serta Disdik Provinsi Kaltim yang membidangi tentang kesiswaan untuk proses tindak lanjutnya,” imbuhnya..

Eko Budiarto mengatakan saat ini pihaknya belum mengetahui motif dari siswa tersebut.

“Untuk motifnya masih dalam tahap penyelidikan teman-teman Polsek Sungai Pinang,” ucapnya.

Eko menegaskan, pihaknya akan segera menyampaikan hasil penyelidikan kepada awak media, setelah prosesnya selesai. (Ryan/Zul)

Editor : Risa Busam.ID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *