Samarinda, Busam.ID – Insiden kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) memicu kepanikan warga di Kota Samarinda. Seorang pria bernama Jemo (58) terpaksa dilarikan ke rumah sakit (RS) setelah terkepung jilatan api di area perkebunan kawasan Jalan Anggur, RT 54, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Selasa (13/10/2026).
Dugaan awal memicu indikasi korban membakar lahan secara mandiri sebelum akhirnya kobaran api membesar dan memakan tubuhnya sendiri.
Peristiwa memilukan itu pertama kali diketahui warga sekitar pukul 13.00 WITA. Ihsan, salah satu warga setempat, mengaku mendatangi lokasi begitu mendengar kabar ada seseorang yang terjebak di tengah kobaran api.
“Saya dapat informasi dari warga pas baru sampai rumah sekitar jam satu lewat. Begitu sampai lokasi, korban sudah tergeletak tidak bisa berdiri lagi karena luka bakar di bagian kakinya cukup parah,” ungkap Ihsan saat memberikan kesaksian di tempat kejadian.
Ia menambahkan, saat ditemukan korban berada sendirian di lahan yang sehari-hari dikenal warga sebagai kebun miliknya.
Pihak kepolisian dari Polsek Samarinda Ulu bersama personel Disdamkar, BPBD, Koramil, dan puluhan relawan langsung diterjunkan untuk mengamankan lokasi. Selain mengevakuasi Jemo ke fasilitas medis, petugas berjibaku mengendalikan kobaran api agar tidak merembet ke kawasan pemukiman padat di sekitarnya.
Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Asriadi, menegaskan, jajarannya masih melakukan investigasi komprehensif untuk mengurai kronologi pasti kejadian tersebut.
“Korban tercatat sebagai warga RT 55, sementara titik kebakaran berada di RT 54. Korban menderita luka bakar cukup berat dan saat ini dalam perawatan medis intensif. Kita berharap kondisinya bisa segera membaik,” ujar Asriadi.
Guna kepentingan penyelidikan, petugas juga memasang garis polisi di sebuah bangunan rumah dekat lokasi kejadian. Tim Inafis Satreskrim Polresta Samarinda dikerahkan untuk mengumpulkan barang bukti serta menggali keterangan saksi-saksi guna mengonfirmasi status hukum maupun peran korban.
“Apakah yang bersangkutan pemilik lahan, pekerja, atau ada faktor lain, seluruhnya masih kami dalami. Penyebab pasti munculnya titik api baik di lahan maupun bangunan di sekitarnya juga sedang diidentifikasi,” pungkasnya. (zul)
Editor: M Khaidir


