KaTa Kreatif, Sandi Beri Apresiasi 5 Peserta Ekonomi Kreatif

BusamID
Acara Pengembangan KaTa Kreatif di SwissBell Hotel Samarinda. Foto: Ryan, Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif (Kemenparekraf) RI menyelenggarakan kegiatan Workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif 2021 di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Kegiatan yang bertempat di Ballroom Swissbell Hotel Borneo, Selasa siang (30/11/2021) itu dipimpin langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

Tak sendiri, Sandi membawa serta aktor ternama yang juga pebisnis kuliner yang cukup sukses Dimas Back. Rombongan Sandi lainnya adalah Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Syaifudin, yang terpilih di legislatif dari Dapil Kaltim.

Menteri Sandiaga Uno, Walikota Andi Harun & Dimas Beck saat Acara Berlangsung. Foto: Ryan, BusamID

“Workshop ini cukup luar biasa banget yah, banyak banget peserta yang hadir dan langsung menunjukkan beberapa produk andalannya. Buat saya, punya bisnis itu yang pertama harus percaya diri dan jangan malu, karena hal tersebut adalah step awal untuk membangun bisnis yang baik”, beber Dimas saat berada di panggung acara.

Dalam acara itu, diberikan apreasiasi kepada 5 peserta aktif terpilih, dengan kompensasi golden ticket agar produk dan brandnya dipromosikan langsung oleh Menparekraf Sandiaga Uno, juga pejabat lainnya, tentu hal ini menjadi semangat baru untuk kelima peserta tersebut dan juga peserta lainnya.

Salah seorang peserta Fitri yang memiliki produk Banana Coklat Tumpeh-tumpeh, di hadapan Menparekraf dan Dimas Back pada sesi sharring dengan peserta, mengeluhkan ihwal sulitnya mendapatkan lokasi jualan yang strategis. Hal itu disebabkan lokasi demikian berbiaya sewa tinggi yang nyaris tidak terjangkau UMKM.

Sandiaga Uno, saat mengunggah salah satu produk lokal Kaltim di akun Instagramnya. Sumber: ig @sandiuno

Sandi sebelum menanggapi keluhan tersebut, mengomentari produk Banana Cokelat Tumpeh-tumpeh dari segi kemasan dan rasa. Bahkan Sandi langsung mengunggah pada story akun instagramnya dengan tagline yang dimiliki produk tersebut. Tanggapan Sandi itu mendapat aplus dari peserta workshop yang hadir.

Dimas Back juga ikut mengomentari produk tersebut dan memberikan sarannya untik peningkatan pemasaran Banana Coklat Tumpeh-tumpeh.

“Jangan pernah malu untuk memberikan informasi bahwa produknya asli Kalimantan, karena hal itulah yang akan menjadi ciri khas sekaligus mengenalkan wilayahnya ke daerah lain,” pungkas Dimas di akhir acara. (ryan/an)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *