Samarinda, Busam.ID – Setelah peletakan batu pertama (ground breaking) Terowongan Gunung Manggah (TGM) sebulan yang lalu, tepatnya pada Jumat (20/1/2023), hingga saat ini belum ada terlihat pekerjaan yang dilaksanakan di titik inlet. Pantauan BusamID di lokasi Jl Sultan Alimuddin pada Kamis (23/2/2023), proyek TGM yang dikejar rampung pada 2024 atau tahun depan itu, saat ini dalam kondisi nol pengerjaan.
Proyek Multi Years Contract (MYC) senilai Rp 395 miliar tersebut diketahui akan ditangani oleh kontraktor PT Pembangunan Perumahan sebagai pemenang tender.
Kepala Dinas PUPR (Pekerjaan Umum & Penataan Ruang) Samarinda, Desy Damayanti menjelaskan, bahwa pekerjaan proyek akan mulai dilakukan setelah proses cetak beton dengan bentuk setengah lingkaran di Jawa selesai.
“Untuk saat ini memang belum ada pekerjaan, nyetak betonnya itu di Jawa, selama betonnya itu belum jadi belum bisa dilakukan penggalian di titik inletnya. Kalau digali sekarang, khawatir malah runtuh tanahnya,” terang Desy kepada BusamID.
Ia juga menjelaskan, perkiraan waktu proses yang dibutuhkan cetakan beton tersebut sampai di Kota Samarinda.
“Bisa 4-5 bulan ya, jadi kemungkinan paling cepat bulan Mei baru akan terlihat pengerjaannya oleh kontraktor,” imbuhnya.
Ia juga mengatakan bahwa proses pembebasan lahan yang diketahui terdapat 7 lahan terdampak atas pembangunan TGM di titik inlet, kemungkinan akan diselesaikan bulan Maret.
“Ada 7 lahan yang masih proses penilaian oleh pihak Appraisal Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), kita belum bisa bayar kalau belum ada hasilnya itu. Masyarakat tidak perlu khawatir atas hal tersebut. Kenapa di Jalan Sultan Alimuddin terlebih dahulu yang diselesaikan, karena titik pembangunan dimulai dari titik inlet, nanti berangsur akan dilaksanakan pembebasan lahan hingga ke titik outlet,” tegasnya. (RYAN)
Editor : Risa Busam.ID












