Samarinda, Busam.ID – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kaltim, meminta Polri dapat tegas mengusut dan menindak pelaku pemukulan Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) KNPI Haris Pertama, yang Senin 21 Februari lalu nyaris tewas dikeroyok orang tak dikenal.
Pengeroyokan menggunakan benda tumpul itu, dilakukan oleh 4 kawanan yang menyebabkan Haris mengalami luka robek dan lebam di wajahnya sehingga harus menjalani operasi medis untuk menghentikan pendarahan di kepala bagian belakang. Saat itu tengah hari sekitar pukul 14.10 Wita, Haris baru saja turun dari mobilnya hendak aktivitas mengisi kampung tengah di restoran Garuda Cikini Jakpus.
Wakil Ketua DPD KNPI Kaltim Dede Hermawan menanggapi peristiwa pengeroyokan terhadap Haris itu, berharap kepolisian bisa bertindak tegas dengan mengusut tuntas.
“Ini sudah ranah premanisme. Kita tidak bisa biarkan, karena bisa menimbulkan kegaduhan dan mengganggu ketertiban serta keamanan masyarakat. Pada insan organisasi saja bisa berlaku demikian, bagaimana pada masyarakat awam,” tandas Dede.
Menurut Dede yang mengenal Haris sebagai sosok kawan seperjuangan dalam berorganisasi, ketua pusat KNPI itu punya keberpihakan pada masyarakat luas. Sehingga tak heran, Haris sering di garda terdepan dalam memperjuangkan hak rakyat.
Oleh karena itu lanjut Dede, wajar ketika banyak pihak yang merasa terganggu dan menyuarakan solidaritas untuk menghentikan tindakan brutal pada aktivits KNPI tersebut.
Tidak hanya itu, mantan ketua Umum HMI Komisariat Politani Samarinda ini pun meminta agar motif dari peristiwa tersebut berikut oknum pelakunya, segera diungkapkan secara terbuka.
“Motif dari para pelaku serta oknum yang berada di balik peristiwa ini harus diungkapkan pada publik. Supaya semuanya terang benderang. Jangan ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.
Ia pun berharap tindakan demikian ke depan, harus bisa dicegah dan dihentikan demi menjaga persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara.
“Sebagai anak bangsa kita semua wajib untuk menjaga persatuan dan kesatuan di Republik Indonesia tercinta ini,” tutupnya. (kaka nong/an)








