Komisi I DPRD Samarinda Ajak Warga Dukung Kepolisian untuk Tuntaskan Peredaran Narkoba

BusamID
Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Joha Fajal. Foto: Istimewa

Samarinda, Busamtv – Jaringan peredaran Narkoba di Samarinda saat ini cukup marak bahkan polisi telah membongkar sejumlah kasus. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda mengapresiasi kinerja Kepolisian dalam upaya penuntasan penyalahgunaan obat terlarang itu.

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Joha Fajal memberikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian dalam mencegah peredaran narkoba yang hingga kini masih menjadi persoalan di Kota Tepian.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja Kapolres beserta jajaran dalam upaya mereka untuk mencegah peredaran narkoba beserta barang bukti,” ujarnya.

Dirinya menyebutkan masih ada beberapa Kecamatan di Samarinda yang rawan transaksi obat terlarang tersebut bahkan secara terang-terangan. Hal ini tentu
sangat berbahaya apabila tidak dapat dituntaskan oleh pihak kepolisian.

“Di kelurahan Bandara itu kan sudah bukan lagi yang sembunyi-sembunyi. Tapi di depan masyarakat mereka melakukan peredaran,” ungkap Joha pada Busamtv.com Selasa (26/10/21).

Ketua DPC Partai Nasdem itu menuturkan barang haram itu bisa mengganggu jiwa penggunanya, bahkan menjadi pemicu terjadinya kriminal. Ada perhatian khusus darinya kepada anak-anak di bawah umur. Karena menurutnya, anak di bawah umur merupakan aset bangsa dan generasi penerus yang harus dijaga.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan peran kepolisian maupun lembaga pemasyarakatan. Tapi peran dari kita semua sangat diperlukan untuk memberantas narkoba, karena ini adalah musuh kita bersama yang harus kita putuskan rantainya,” pungkasnya.

Selain itu, Ia pun berharap agar polisi mampu meningkatkan kinerjanya supaya mata rantai peredaran narkotika dapat terputus. Ia juga menilai ketergantungan dari pengguna bisa berkurang karena hilangnya kesempatan untuk mengkonsumsi.

“Mari sama-sama kita dukung kepolisian untuk memutus rantai itu, kalau terputus, otomatis barang itu enggak ada. dengan ini pasti pengguna akan kehilangan kesempatan membeli barang itu,” tutupnya. (*)(Kaka Nong/Tw/Adv(

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *