Samarinda, Busamtv – Tambang batu bara yang hampir menguasai seluruh kawasan di beberapa kecamatan di Samarinda diduga kuat memberikan dampak paling besar bagi lingkungan.
Menanggapi banyaknya laporan warga atas penambangan emas hitam yang berdampak ke lingkungan masyarakat, jajaran Anggota Komisi III DPRD Samarinda pun tengah memanggil sejumlah perusahaan tambang di Samarinda guna membahas masalah tersebut.
Bahkan diketahui pihak Komisi III telah menjadwalkan pertemuan dengan pihak tambang pada Kamis, (07/10/2021) besok.
“Pemanggilan ini baru dijadwalkan khusus untuk penambang yang berada di wilayah Samarinda Utara dulu,” ungkap Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Muhammad Novan Syahronny Pasie, Rabu (06/10/2021).

Dalam pertemuan ini, ada kurang lebih sebanyak 5 perusahaan yang dijadwalkan akan hadir untuk membahas masalah yang dialami masyarakat akibat dari penambangan batu bara.
“Perusahaan yang izin usaha pertambangan di atas 5 perusahaan, yang PKP2B mungkin ada 2 atau 3,” jelasnya.
Novan berharap, dengan diadakannya pertemuan dengan pihak penambang ini maka dapat mengurai penyebab rusaknya lingkungan di kota Samarinda.
“Nanti kita bisa dengar langsung penjelasan dari pihak perusahaan bagaimana rencana mereka dalam pelaksanaan bisnis mereka yang tentu erat kaitannya dengan kerusakan lingkungan,” pungkasnya.(*)(Vicky/Tw/Adv)








