Manajemen RS SMC Tanggapi Keluhan Netizen Perihal Pasien BPJS Antri Sejak Subuh

BusamID
Tampak depan Rumah Sakit SMC. Ft by Ryan/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Beredar di Facebook salah satu netizen yang mengeluhkan salah satu pelayanan terhadap Rumah Sakit SMC (Samarinda Medika Citra).

Melalui akun Facebook Izza Ui, ia mengatakan keprihatinannya terhadap pasien yang sejak subuh sudah antri untuk mendapatkan layanan kesehatan di RS SMC.

Screenshoot Postingan akun Izza Ui di Facebook. Ft by Facebook

“Ya Allah, sampai kapan sistem pendaftaran seperti ini? Dari yang muda bahkan sampai ada Kai dan Nenek menunggu di Subuh hari hanya untuk mengantri buat mendaftar ke RS menggunakan BPJS. Bagaimana bila calon pasien rumahnya jauh? Bagaimana bila hujan? Semoga terketuk hati nurani mengenai masalah sepele ini,” tulisnya di Facebook pada Kamis, (16/2/2023).

Screenshoot Postingan akun Izza Ui di Facebook. Ft by Facebook

Tak luput akun tersebut juga turut mengirimkan foto dan suasana saat jam 6 pagi memang terlihat beberapa pasien dan keluarganya mengantri untuk mendapatkan nomor berobat.

Saat tim BusamID mencoba menghubungi akun tersebut melalui Facebook, hingga berita ini terbit belum mendapatkan informasi lanjut atas postingannya di medsos.

Tim BusamID pun mencoba mengklarifikasi hal tersebut kepada pihak RS melalui Staff Public Relation, Missionari Lukas terkait postingan yang mengeluhkan pelayanan RS SMC.

“Sebenarnya, kami dari awal sudah memiliki layanan pendaftaran berobat online melalui nomor Whatsapp di 0823-3143-6699. Jadi untuk pasien yang terkendala karena jarak yang jauh, ataupun kendala lainnya bisa menghubungi nomor tersebut. Nanti akan kami kirimkan form dalam bentuk teks, tinggal diisi saja dan nanti akan kami kirimkan nomor antrian beserta jamnya,” terang Lukas kepada BusamID Kamis (16/2/2023).

Suasana di depan loket RS SMC sore hari pada Kamis (16/2/2023). Ft by Ryan/Busam.ID

Ia juga menjelaskan terkait nomor antrian tersebut memang saat ini diperlukan agar proses pengobatan terhadap pasien dapat berlangsung tertib dan teratur.

“Untuk layanan berobat ke poliklinik, itu kita memang buka sejak jam 6 pagi, tutupnya jam 9 malam. Beda dengan IGD (Instalasi Gawat Darurat) yang pelayanannya 24 jam. Nah foto yang saya lihat di postingan tersebut bukanlah di depan IGD, melainkan pasien yang ingin mendapatkan nomor antri untuk pelayanan berobat di poliklinik,” tanggapan Lukas.

Diketahui, rata-rata pasien yang berkunjung ke RS SMC per harinya berjumlah antara 300-500 pasien,

“Bahkan, dokter-dokter yang ada di RS SMC sering melayani pasien berobat di luar jam yang seharusnya yaitu hanya sampai jam 9 malam saja. Hal tersebut juga sebagai bentuk pelayanan maksimal yang diberikan kepada pasien, karena tidak mungkin pasien sudah menunggu untuk berobat, sebab jam operasional poliklinik sampai jam 9 sudah selesai, pasiennya jadi tidak berobat,” tambahnya.

Ia juga kembali menegaskan bahwa pihak RS SMC tidak membedakan pelayanan antara pasien BPJS atau pun pasien yang berobat mandiri.

“Masalah pasien menggunakan BPJS ataupun mandiri, kita tidak pernah membedakan pelayanannya, dalam artian semua sama rata,” tutupnya. (RYAN)

Editor : Risa Busam.ID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *