Samarinda, Busam.ID – Asap hitam diiringi kobaran api membumbung tinggi di samping Pasar Kedondong, Kelurahan Karang Asam Ilir Selasa (9/5/2023) siang sekitar pukul 13.55 Wita.
Para pedagang yang panik berhamburan keluar pasar sambil membawa barang miliknya dan sebagian warga lainnya berusaha memadamkan api dengan alat seadanya seperti ember dan baskom.
Salah satu relawan LSM Pawang yang tiba lebih dulu di lokasi kebakaran langsung berusaha padamkan api.
Api semakin membesar lantaran bangunan yang terbakar terbuat dari bahan kayu.
Tidak berselang lama petugas Disdamkar Kota Samarinda dan relawan lainnya tiba di lokasi dan segera merentangkan selang air.

Sebagian warga kemudian membantu petugas Disdamkar menarik selang dan beberapa warga lainnya berada di atas atap siap menyemprotkan air dari nosel pemadam.
Menurut keterangan satu pedagang bawang di Pasar Kedondong, M Noor, ia melihat api pertama kali muncul dari lantai 2 rumah yang tidak berpenghuni.
“Kepulan asap pertama kali muncul dari lantai 2 rumah kosong itu. Kemudian saya memberitahukan kepada warga namun kurang dihiraukan,” ucap M Noor kepada Busam.ID.
Masih keterangan M Noor, setelah api membesar, barulah warga dan pedagang geger.
“Sebelumnya ada anak-anak merokok di lantai 2 rumah kosong itu. Kemudian ditegur oleh warga mereka langsung meninggalkan lokasi. Ketika siang menjelang sore muncul asap dan kobaran api yang langsung membesar. Warga spontan berusaha menyelamatkan harta bendanya,” terang M Noor.

Petugas Disdamkar Kota Samarinda mengerahkan 10 unit mobil tangki dari 6 posko dibantu unit tangki dan pompa portabel relawan.
Meski terkendala jalan yang sempit juga banyaknya jumlah warga yang hanya sekedar menonton, api berhasil dikuasai.
“Dalam waktu 1,5 jam api berhasil dikuasai setelah mengerahkan 10 unit tangki pemadam dibantu relawan,” ucap Kadisdamkar, Hendra AH.
Sedikitnya 2 bangunan rumah tunggal dan 2 bangsalan dengan 20 pintu habis terbakar.
“Ada 7 kepala keluarga dengan 28 jiwa kehilangan tempat tinggal,” terangnya.
Beruntung dalam musibah kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya satu orang relawan mengalami sesak nafas dan sudah ditangani PMI Kota Samarinda.
“Untuk dugaan penyebab kebakaran saat ini masih dalam penyelidikan petugas,” tutupnya. (Zul)
Editor : Risa Busam,ID










