Kaltim  

Pondasi Rumah Setinggi 6 Meter Runtuh Menimpa Bangunan di Depannya

Busam ID
Kondisi pondasi rumah warga yang longsor di Jalan RE Martadinata. Ft. Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID –Satu bangunan rumah terbuat dari kayu nyaris saja runtuh karena pondasi bangunannya yang berkonstruksi beton baru gunung, separuhnya mengalami longsor dan menimpa salah satu bangunan di depannya dengan posisi lebih rencah. Peristiwa pondasi longsor ini terjadi di Jalan RE Martadinata Gang Villa Taruna 2 RT 2 Kelurahan Teluk Lerong Ilir Kecamatan Samarinda Ulu Rabu (26/4/2023) sore sekira pukul 16.30 Wita.

Bahkan dari pantauan Busam.ID di lapangan, sebagian dari pondasi yang runtuh itu juga mengalami retak cukup lebar serta berpotensi longsor.

TRC BPBD Kota Samarinda bersama warga memasang pengikat pondasi yang retak untuk mencegah terjadinya longsor susulan. Ft. Zulkarnain

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kelurahan yang kemudian meneruskannya ke BPBD Kota Samarinda.

Menurut keterangan dari Fery yang merupakan keponakan dari pemilik rumah bernama Asnah, sebelum kejadian dirinya sempat curiga dengan kondisi pondasi berketinggian kurang lebih 6 meter itu mengalami pergeseran.

“Saya lagi membuat septictank, kemudian saya lihat ada pergeseran pada pondasi, lalu saya beritahukan orang rumah untuk keluar dari rumah tersebut,” ucap Fery kepada Busam.ID.

Usai pemilik rumah keluar dari rumah, terdengar suara gemuruh yang berasal dari runtuhnya pondasi tersebut.

“Setelah diperiksa separuh dari pondasi tersebut longsor dan menimpa bangunan yang ada di depannya. Pagar beton milik bangunan yang ada di depannya rusak serta atapnya juga ada yang jebol,” terang Fery.

Rencananya, pondasi tersebut memang akan dibeton ulang untuk meperkokoh, yang dijadwalkan setelah pemasangan septictank tersebut.

“Belum sempat dipasang pondasi baru sudah keburu longsor,” ucapnya.

Sementara Asnah mengaku sebelum kejadian dirinya sedang menonton televisi bersama cucunya, setelah diberitahu Fery, ia dan cucunya langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

“Sejak pagi tadi ketika mau jemuran saya sempat curiga, kenapa pagar ini semakin renggang dan lobangnya semakin dalam dan lebar,” terang Asnah dengan nada bergetar lantaran masih syok.

Sementara Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Samarinda yang tiba di lokasi mengatakan kalau pondasi tersebut tidak memiliki tiang.
“Pondasi ini hanya berkekuatan semen saja tidak ada . Selain itu tanahnya juga bukan gunung asli melainkan tanah urukan,” ucap Anggota TRC BPBD Kota Samarinda, Nanang.

Untuk menghindari longsor susulan pada pondasi yang mengalami keretakan, bersama ketua RT setempat dan warga, TRC BPBD Kota Samarinda memasang tali yang berfungsi menahan pondasi tersebut dan menutup dengan terpal apabila terjadi hujan tidak akan menggerus tanahnya.

“Rencananya kami akan memberikan bantuan berupa material yang dibutuhkan untuk keperluan longsor tersebut, tim BPBD masih melakukan pendataan berapa nilai kerugian yang ditimbulkan akibat longsor ini,” pungkasnya. (Zul)

Editor : Risa Busam,ID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *