Rukyatul Hilal di Balikpapan Masih di Bawah 3 Derajat

BusamID
Foto: Jajaran Pemkot Balikpapan bersama BMKG melakukan ijtimak untuk memastikan 1 syawal, Kamis (20/4/2023). (By Muhammad M)

Balikpapan, Busam.ID- Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan unsur lembaga keagamaan memastikan 1 Syawal 1444 Hijiriah ikut keputusan Pemerintah Pusat.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid mengaku pelaksana ijtimak atau konjungsi itu dilaksanakan bersamaan dengan pengamatan puncaknya gerhana matahari di Kota Balikpapan pukul 12.12 WITA.

“Itu terjadi ijtimak konjungsi atau awal bulan baru, jadi kalau dari ijtimak sampai sekarang kita buka itu umur bulan di Balikpapan kurang lebih 29 hari 6 jam,” katanya saat melakukan pertemuan dan pemantauan hilal di Masjid Balikpapan Islamic Center (BIC), Kamis (20/4/2023).

Sementara, kata dia, berdasarkan perhitungan umur bulan Ramadan 1444 Hijriah adalah 29 hari 10 jam 55 menit .

“Jadi kita kayaknya belum memenuhi, kemudian data dari kami (BMKG) bahwa tinggi hilal di Balikpapan saat ini adalah 1,5 derajat,” ungkapnya.

Menurutnya, angka tersebut masih jauh atau kurang dari 3 derajat yang menjadikan standar. Begitu juga ditegaskannya untuk di Indonesia sama tidak ada yang melebihi dari 3 derajat.

“Yang paling tinggi itu di Aceh dan itu tidak memenuhi standar, kemudian untuk elongasi di Balikpapan sekitar 2,3 derajat. Ini juga tidak sesuai standar, karena kesepakatannya 6 sekian derajat,” terangnya.

Lanjut dia, untuk umur bulan dari konjungsi sampai buka puasa sekitar 6 jam. Sementara golden time, waktu saat mengamati hilal itu sekitar 8 menit.

“Sejak matahari terbenam dan 18.14-18.22 WITA, jadi ada 8 menit waktu kita untuk observasi hilal,” katanya.

Meski demikian, dirinya mengungkapkan jika dilihat dari besar-besaran parameter tersebut kemungkinan kecil susah melihat hilal. Apalagi ditambah dengan cuaca mendung atau awan tebal seperti ini.

“Tapi mudah-mudahan di wilayah lain itu bisa teramati hilal, seperti di Palu sama Mataram itu ter-observasi dengan baik hilal,” imbuhnya.

Sementara itu, Asisten I Sekretariat Kota (Setkot) Balikpapan Zulkifli menyambut baik kegiatan rukyatul hilal yang merupakan tradisi umat muslim untuk menentukan 1 Syawal 1444 Hijriah.

“Tentunya kita semua berharap 1 Syawal 1444 Hijriah ini dapat kita rayakan secara serentak dan bersama-sama,” kata Zulkifli.

Namun demikian, lanjutnya, dinamika yang terjadi di masyarakat sebagian meyakini 1 Syawal 1444 Hijriah jatuh pada 21 April 2023 atau Jumat (besok).

“Sedangkan sebagiannya lagi masih menunggu rukyatul hilal dan menunggu ketetapan Pemerintah Pusat, apapun itu saya kira ini tidak terlalu dipermasalahkan karena perbedaan adalah rahmat. Yang terpenting adalah menjalankan ibadah puasa dengan baik dan menunaikan kewajiban membayar zakat fitrah, serta saling menghormati dan menghargai terhadap saudara kita yang berbeda pandangan” tuturnya.
(Muhammad M)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *