Samarinda, Busam.ID – Upaya meningkatkan ekonomi warga, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda meluncurkan program inovatif Badan Usaha Milik Rukun Tetangga (BUM-RT), yang perdana berbasis di RT 03 Kelurahan Gunung Lingai Kecamatan Sungai Pinang.
Peluncuran BUM-RT diresmikan oleh Walikota Samarinda Andi Harun pada Selasa (22/8/23), menandai langkah maju dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Di tengah upacara peresmian, Walikota Andi Harun menjelaskan bahwa program BUM-RT ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk mengangkat perekonomian warga.
“Kampung ini, Gunung Lingai, kita harapkan menjadi proyek percontohan nasional. Di mana ini (BUM-RT) menjadi program pertama di Indonesia,” tegasnya.
Ia menyoroti pentingnya langkah ini (BUM-RT) sebagai model baru, di mana tingkat paling bawah masyarakat, yaitu Rukun Tetangga (RT), bersama-sama membentuk usaha yang dijalankan secara formal.
Sebelumnya, konsep BUM-RT belum pernah diterapkan di Indonesia. Dengan pendekatan ini, RT 03 Gunung Lingai kini memiliki peluang untuk melibatkan warganya dalam usaha yang dikelola secara terstruktur.
Andi percaya bahwa program ini akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian, terutama bagi RT 03 Gunung Lingai yang berfokus pada budidaya ikan lele.
Peluncuran BUM-RT juga disaksikan oleh berbagai pihak penting, termasuk Forkopimda, Sekretaris Daerah (Sekda), Asisten, Kepala Bank Indonesia Kalimantan Timur, Ketua DPRD, Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga, KCU BanKaltimtara, Dirut BPR serta sejumlah pejabat lainnya.
Keberadaan mereka pada acara ini menunjukkan dukungan penuh atas upaya pemerintah dalam mengembangkan program inovatif ini.
Langkah berani Pemkot Samarinda dengan meluncurkan program BUM-RT membawa harapan besar bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dengan keterlibatan langsung dari warga, diharapkan proyek ini dapat membawa perubahan positif yang signifikan, terutama dari segi ekonomi bagi kehidupan sehari-hari warga Gunung Lingai.
Langkah ini diharapkan juga dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. (Ryan)
Editor : A Risa












