Samarinda, Busam.ID – Peresmian Badan Usaha Milik Rukun Tetangga (BUM-RT) di RT 03 Gunung Lingai Sungai Pinang, Walikota Samarinda Andi Harun, sekaligus mendengarkan aspirasi lokal.
Dalam diskusi yang melibatkan jajaran terkait, teridentifikasi 5 hal yang akan segera diakomodasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, demi meningkatkan kualitas hidup warga Gunung Lingai Sungai Pinang.
Salah satunya adalah bantuan dari Bank Indonesia yang akan diberikan pada kampung ini.
“Bantuan tersebut akan berbentuk penyuluhan dan dukungan lainnya, seiring dengan keterlibatan RT 03 Sungai Pinang dalam program Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Hal ini bertujuan untuk menjadikan kampung Gunung Lingai sebagai proyek percontohan sekaligus mengurangi inflasi,” ucap Andi Harun.

Kedua, mengenai jalan yang menghubungkan Gunung Lingai sampai ke Jalan Damanhuri, pihaknya telah berkoordinasi dengan PUPR dan berencana untuk menyertakan proyek ini dalam anggaran perubahan.
“Apabila hal itu tidak memungkinkan, rencananya jalan ini akan dikebut pada tahun depan,” tegasnya.
Selanjutnya, Walikota Andi Harun juga menindaklanjuti permintaan mengenai pipa sekunder PDAM.
“Tadi Bu Lurah sampaikan bahwa perlu adanya pipa sekunder PDAM, ini sudah saya tindak lanjut juga dan semoga pipa sekunder PDAM dapat dipasang di wilayah ini pada akhir 2023,” ucapnya.
Keempat, keinginan Ketua RT bersama warga untuk membangun mushola didukung oleh berbagai pihak, termasuk Walikota, Sekretaris Daerah (Sekda), Kapolres, Bank Indonesia dan lainnya, yang bersama-sama menyumbangkan dana sehingga terkumpul total sebesar Rp 35 juta.
“Awalnya secara swadaya warga sudah terkumpul Rp 15 juta. Jadi tadi habis makan, bersama Pak Kapolres, Sekda dan lainnya sepakat menyumbang sehingga terkumpul Rp 35 juta,” pungkasnya.
Terakhir, kebutuhan akan tiang listrik yang dirasa warga masih kurang jumlahnya, juga menjadi perhatian Walikota Andi Harun.
Ia berjanji akan mengkoordinasikan langkah-langkah yang diperlukan untuk segera merealisasikan pemasangan tiang listrik di zona gelap kampung tersebut.
Ia pun menekankan pentingnya eksekusi aksi langsung, daripada banyak melakukan rapat.
Ia memandang bahwa masalah-masalah yang ada telah cukup jelas, sehingga pelaksanaan aksi yang tepat menjadi prioritas utama.
“Kebanyakan rapat, cuma menghabiskan kue saja,” ucapnya sambil tertawa.
Dengan cara ini, diharapkan bahwa hasil nyata dapat segera dilihat oleh masyarakat Sungai Pinang, tanpa harus terkendala oleh kebanyakan rapat yang kurang produktif. (Ryan)
Editor : A Risa












