Samarinda, Busam.ID – Para siswa di sekolah diminta untuk mengindari masalah hoaks di lingkungan sekolahnya. Hal itu terungkap dalam kegiatan Go To School Bank Indonesia (BI) bersama Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kaltim dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, Jumat (16/9/2022).
Kali ini bertempat di SMP Negeri 37, Samarinda, di Jalan KH Ahmad Dahlan. Sebelumnya acara dan tema yang sama berlangsung di SMP Negeri 1 di Jl WR Soepratman dan SMP Negeri 2.
Dibuka oleh Burhan, Kepala Sekolah SMP Negeri 37 Samarinda, menyampaikan, kegiatan sosialisasi ini sangat positif untuk siswa dan siswi, untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan pembekalan terkait masalah Hoax yang terjadi di lingkungan sekolah.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan seperti ini, terutama masalah Hoaks, ini bagus buat mereka memahami apa itu Hoaks dan bagaimana cara memilah informasi yang benar terutama dalam bersosial media dan memilih tayangan yang berkualitas,” harap Burhan.
Kegiatan kali ini lebih menekankan untuk Bangga Cinta Rupiah, seperti diketahui per tanggal 18 Agustus 2022 BI mengeluarkan uang kertas edisi terbaru, mulai dari 100.000, 50.000, 20.000, 10.000, 5.000, 2.000, dan 1.000 rupiah.
Bahkan Oktavianus Hutapea, Administrator Perkasan BI mengatakan, tujuan dikeluarkannya uang Emisi terbaru ini guna memperkecil tingkat penyebaran uang palsu, sebagai mana banyak uang palsu yang sudah beredar di emisi sebelumnya.
“Tentunya bukan hanya semata-mata bentuknya yang baru, tapi juga untuk menghindari dan memperkecil tingkat penyebaran uang palsu yang sudah terjad pada emisi sebelumnya, kami juga menekankan kepada anak-anak semua, untuk bangga dan cinta terhadap rupiah, karena rupiah merupakan alat pembayaran yang sah di Negara Indonesia,” ujar Oktavianus.
Ditambahkan oleh Abdurrahman Amin, Wakil Ketua Bidang Pembelaan PWI Kaltim terkait hoaks yang terjadi terutama di lingkungan sekolah dan menjelaskan kepada siswa bagaimana cara memilah informasi yang benar dan menghindari hoaks.
“Tentunya kami memberitahu mereka untuk menyaring dan memastikan informasi yang diterima itu sudah benar atau belum, jika masih ragu, lebih baik tidak disebarkan,” terang Abdurrahman. (dit)
Editor: Redaksi BusamID












