Samarinda, Busam.ID – Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Hadi Mulyadi menegaskan momentum pertumbuhan ekonomi tahun 2023 harus ditingkatkan, dengan tetap menjaga kenaikan inflasi.
“Kita bersyukur Provinsi Kaltim tahun 2019, 2020, 2021 dan 2022 mampu mengendalikan inflasi ditengah pandemi Covid-19, bahkan bukan sekedar mengendalikan inflasi, Provinsi
Kaltim mampu menjadi penyumbang devisa terbesar bagi negara Republik Indonesia, dan sekitar 20 persen sumbangan kita kepada negara, dan kita warga Kaltim tetap sabar menunggu kembaliannya melalui DAU, DBH dan DHK yang masih terbatas. Walaupun begitu kita tetap bangga karena bisa menyumbang dan membantu pemerintah secara nasional,” ucapnya dilansir dari rilis resmi Pemprov Kaltim.
Dirinya menambahkan masyarakat juga patut bersyukur karena Kaltim terkenal sebagai daerah yang mengeksplorasi batu bara dan kelapa sawit yang secara umum dinilai merusak lingkungan.
Lebih lanjut ia mengungkapkan pada kenyataanya, Provinsi Kaltim menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang mendapatkan dana kompensasi emisi karbon, yang nilainya sekitar USD 110 juta untuk program pengurangan emisi 22 juta ton yang akan diterima Kaltim.
Nantinya dana tersebut akan dicairkan dalam waktu tiga tahun berturut-turut, mulai 2023 hingga 2025, dan pembagiannya Kementerian LHK, Kementerian Keuangan, Pemprov Kaltim serta Kabupaten dan Kota, juga termasuk desa-desa yang dianggap berperan penting dalam menjaga dan mengendalikan lingkungan.
“Kita bangga dan bersyukur karena kita satu-satunya provinsi dari 34 provinsi ditanah air, yang mendapatkan dana kompensasi emisi karbon,” pungkasnya. (Adit/adv/diskominfokaltim)
Editor: M Khaidir












