Samarinda, Busamtv – Orang Tua Wali Murid siswa-siswi SMA Negeri 10 Samarinda kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kampus Melati, Jalan H M Rifaddin, Samarinda Seberang. Kali ini mereka meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk memberikan sikap tegas terkait polemik sengketa lahan antara pihak SMA N 10 dan Yayasan Melati.
Sukarian, selaku koordinator aksi yang juga merupakan salah satu orang tua wali siswa SMA N 10 menjelaskan aksi ini terjadi akibat pihak Yayasan Melati meminta agar aktivitas belajar mengajar SMA N 10 segera dipindah.

“Mereka dari yayasan Melati datang meminta kepada guru-guru untuk segera pindah pada tanggal 13 September kemarin,” terangnya.
Aksi ini diikuti masyarakat dari beberapa zonasi diantaranya Samarinda Seberang, Loa Janan Ilir dan Palaran. Ia juga menyebutkan, selain orasi dan pernyataan tuntutan dari para orang tua siswa-siswi, massa aksi juga membongkar semua atribut yang dimiliki oleh Yayasan Melati yang selama ini masih bersengketa terkait kepemilikan lahan.
“Untuk atribut-atribut Yayasan Melati juga kita bongkar karena kita minta supaya mereka yang harus pindah dari lokasi SMA N 10,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Sunarto, Ketua RT 25 agar pemindahan lokasi sekolah SMA N 10 dibatalkan. Karena menurut mereka keberadaan SMA N 10 saat ini sangat mendukung kebijakan perberlakuan sistem zonasi.
“Kami RT 25 mendukung dan memperjuangkan agar kampus A SMA 10 ini tidak pindah. Karena SMA 10 satu-satunya sekolah unggulan disini apalagi sekarang sudah sistem zonasi,” lanjutnya.
Sunarto menjelaskan seluruh masyarakat di lingkungannya berharap dengan sangat tegas agar masalah ini bisa disikapi secara serius oleh Pemprov Kaltim, terutama Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor.

“Kami mohonlah para pemimpin terutama KT 1. Bapak harus bicara dengan hati nurani karena Bapak dipilih oleh rakyat,” ucapnya tegas.
Selanjutnya massa aksi akan melakukan aksi unjuk rasa kembali di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltim untuk menyampaikan semua tuntutan yang telah disepakati.
“Setelah makan siang kami akan lanjut ke DPRD Kaltim. Unjuk rasa akan kita lakukan disana dan kami tegaskan bahwa semua orang tua sangat resah dengan masalah ini,” tutupnya.(*)(Kaka Nong/Tw)








